Proses Pengaturan Tegangan Pada Mesin Las Busur Nyala Listrik

Pengaturan tegangan pada mesin las busur nyala listrik adalah langkah penting dalam proses pengelasan yang memengaruhi kualitas sambungan las. Tegangan pengelasan harus di sesuaikan dengan jenis elektroda yang di gunakan saat proses pengelasan. Selain itu ketebalan pada material yang di sambung, serta jenis logam yang di hubungkan dapat memengaruhi kualitas proses pengelasan.

Tegangan pengelasan pada mesin las busur listrik adalah salah satu faktor yang penting untuk menentukan hasil pengelasan yang baik. Tegangan pengelasan yang terlalu rendah akan menyebabkan busur las yang tidak stabil. Selain itu tegangan yang rendah juga sulit untuk di kendalikan. Sedangkan tegangan pengelasan yang terlalu tinggi akan menyebabkan busur las yang terlalu panas dan dapat merusak material yang di sambung.

Dalam proses kerja pengaturan tegangan pengelasan pada mesin las busur listrik dapat di bagi menjadi dua tahap. Tahapan pertama yaitu pada saat mesin las dalam keadaan tidak menyala. Tegangan yang di hasilkan mesin las di sebut dengan tegangan sirkuit terbuka (open circuit voltage, OCV). Tegangan OCV biasanya berkisar antara 45-80 volt. Pada proses tegangan OCV ini berfungsi untuk menyalakan busur las.

Tahapan satunya adalah tahapan pada saat setelah busur las menyala. Pada proses pengelasan tegangan yang di hasilkan mesin las akan turun menjadi tegangan kerja. Tegangan kerja ini di sebut juga dengan istilah (working voltage, WV). Working voltage atau tegangan WV biasanya berkisar antara 20-35 volt. Tegangan WV ini di gunakan untuk mempertahankan busur las yang stabil.

Baca juga:

Proses Kerja Pengaturan Tegangan Pengelasan Pada Mesin Las Busur Nyala Listrik

Dalam proses pengelasan pengaturan tegangan las busur nyala listrik ada beberapa tiga  fitur untuk mengatur tegangan, yaitu:

  1. Transformator,
  2. Rectifier, dan
  3. Filter.

Ketiga fitur ini adalah pengatur tegangan dalam proses pengelasan las busur nyala listrik.

Baca Juga :  Potensi Bahaya Kerja Kategori B

Transformator

Transformator dalam las busur nyala listrik adalah alat yang di gunakan untuk menurunkan tegangan listrik dari sumber daya ke tegangan yang di butuhkan untuk menghasilkan busur las. Tegangan listrik dari sumber daya biasanya berkisar antara 220-240 volt. Sedangkan tegangan yang di butuhkan untuk menghasilkan busur las berkisar antara 45-80 volt.

Transformator dalam las busur nyala listrik terdiri dari dua lilitan. Lilitan yang pertama adalah lilitan primer dan yang satunya adalah lilitan sekunder. Lilitan primer terhubung pada sumber daya atau pada terhubung pada listrik. Sedangkan lilitan sekunder terhubung pada elektroda dan benda kerja.

Prinsip kerja transformator adalah dengan memanfaatkan prinsip induksi elektromagnetik. Saat arus listrik mengalir melalui lilitan primer, akan terbentuk medan magnet di sekitar lilitan primer. Medan magnet ini akan menginduksi arus listrik di lilitan sekunder. Arus listrik yang mengalir melalui lilitan sekunder akan menghasilkan panas yang cukup untuk menghasilkan busur las.

Berikut adalah beberapa fungsi transformator dalam las busur nyala listrik:

  • Menurunkan tegangan listrik dari sumber daya ke tegangan yang di butuhkan untuk menghasilkan busur las.
  • Menciptakan arus listrik yang cukup untuk menghasilkan panas yang di butuhkan untuk menghasilkan busur las.

Transformator dalam las busur nyala listrik dapat di bagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Transformator step-down. Transformator jenis ini berfungsi untuk menurunkan tegangan listrik dari sumber daya ke tegangan yang di butuhkan untuk menghasilkan busur las.
  • Transformator step-up. Transformator jenis ini berfungsi untuk menaikkan tegangan listrik dari sumber daya ke tegangan yang lebih tinggi.

Rectifier

Rectifier dalam las busur nyala listrik adalah alat yang berfungsi untuk mengubah arus listrik bolak-balik. Dalam proses kerjanya arus listril ini di udah dari (AC) menjadi arus listrik searah (DC). Arus listrik DC di butuhkan untuk menghasilkan busur las yang stabil dan berkualitas.

Baca Juga :  Teknologi Otomotif Dalam Penerapan Mobil Listrik

Rectifier dalam las busur nyala listrik terdiri dari dua komponen utama, yaitu:

  • Dioda adalah komponen elektronik yang hanya dapat mengalirkan arus listrik dalam satu arah.
  • Kapasitor adalah komponen elektronik yang dapat menyimpan muatan listrik.

Prinsip kerja rectifier adalah dengan menggunakan dioda untuk mengubah arus listrik AC menjadi arus listrik DC. Dioda akan menghambat arus listrik AC yang mengalir dalam satu arah, sehingga hanya arus listrik DC yang dapat mengalir.

Kapasitor yang di gunakan untuk menyimpan muatan listrik DC yang di hasilkan oleh dioda. Muatan listrik DC ini akan di gunakan untuk menghasilkan busur las yang stabil.

Rectifier dalam las busur nyala listrik dapat di bagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Rectifier setengah gelombang adalah jenis yang hanya menggunakan satu dioda untuk mengubah arus listrik AC menjadi arus listrik DC.
  • Rectifier gelombang penuh jenis yang menggunakan dua dioda untuk mengubah arus listrik AC menjadi arus listrik DC.

Rectifier gelombang penuh menghasilkan arus listrik DC yang lebih stabil daripada rectifier setengah gelombang.

Berikut adalah beberapa fungsi rectifier dalam las busur nyala listrik:

  • Mengubah arus listrik AC menjadi arus listrik DC.
  • Menghasilkan busur las yang stabil dan berkualitas.

Filter

Filter dalam las busur nyala listrik adalah komponen yang berfungsi untuk meratakan tegangan output mesin las. Tegangan output mesin las dapat berfluktuasi, sehingga dapat menyebabkan busur las yang tidak stabil. Filter di gunakan untuk meratakan tegangan output mesin las, sehingga menghasilkan busur las yang lebih stabil.

Filter dalam las busur nyala listrik terdiri dari dua komponen utama, yaitu:

  • Kapasitor berfungsi untuk menyimpan muatan listrik.
  • Resistor berfungsi untuk membuang muatan listrik yang berlebihan.

Prinsip kerja filter adalah dengan menggunakan kapasitor untuk menyimpan muatan listrik dari mesin las. Muatan listrik ini akan di gunakan untuk menghasilkan busur las yang stabil. Resistor berfungsi untuk membuang muatan listrik yang berlebihan. Sehingga tegangan pada muatan listrik output mesin las menjadi lebih stabil.

Baca Juga :  Penyulutan Elektroda Parameter Pengelasan

Filter dalam las busur nyala listrik dapat di bagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Filter pasif, adalah jenis filteryang menggunakan kapasitor dan resistor untuk meratakan tegangan output mesin las.
  • Filter aktif, adalah jenis filter yang menggunakan sirkuit elektronik untuk meratakan tegangan output mesin las.

Filter pasif adalah jenis filter yang paling umum di gunakan dalam mesin las busur nyala listrik.

Berikut adalah beberapa fungsi filter dalam las busur nyala listrik:

  • Meratakan tegangan output mesin las.
  • Menghasilkan busur las yang lebih stabil.

Filter adalah komponen penting dalam mesin las busur nyala listrik. Tanpa filter, busur las yang di hasilkan akan tidak stabil dan sulit di kendalikan.

Berikut adalah beberapa keuntungan penggunaan filter dalam las busur nyala listrik:

  • menghasilkan busur las yang lebih stabil
  • hasil pengelasan yang lebih baik
  • umur elektroda yang lebih lama
  • mengurangi stres pada mesin las
  • mengurangi kebisingan dari mesin las

Kesimpulan

Tegangan pengelasan pada mesin las busur listrik adalah salah satu faktor yang penting untuk menentukan hasil pengelasan yang baik. Dalam pengaturan tegangan pengelasan yang terlalu rendah akan menyebabkan busur las yang tidak stabil dan sulit di kendalikan. Sedangkan tegangan pengelasan yang terlalu tinggi akan menyebabkan busur las yang terlalu panas dan dapat merusak material yang akan di hubung.

Transformator, rectifier, dan filter adalah komponen penting dalam mesin las busur nyala listrik. Transformator berfungsi untuk menurunkan tegangan listrik dari sumber daya ke tegangan yang di butuhkan untuk menghasilkan busur las. Sementara rectifier berfungsi untuk mengubah arus listrik bolak-balik (AC) menjadi arus listrik searah (DC). Selain itu filter memiliki fungsi untuk meratakan tegangan output pada mesin las.