Perbaikan Sistem Bahan Bakar Injeksi

Sistem bahan bakar injeksi merupakan sistem bahan bakar yang saat ini banyak di gunakan oleh semua kendaraan bermotor produksi terbaru.

Selain itu, sistem Bahan Bakar Injeksi, atau biasa di singkat dengan SBI adalah sistem yang menghantarkan bahan bakar ke ruang bakar mesin dengan cara di semprotkan.

Sistem ini di kendalikan secara elektronik, sehingga lebih presisi dan efisien di bandingkan dengan sistem karburator tradisional.

Bila di bandingkan dengan karburator, sistem injeksi lebih minim mengenai proses prawatannya. Selain memiliki perawatan yang sedikit sistem injeksi juga lebih mudah mendeteksi mengenai kerusakannya.

Hal ini akan lebih mudah melakukan suatu proses perbaikan apabila teknisi memahami cara kerja serta fungsi dari komponen-komponen dari sistem injeksinya.

Tentu saja proses perbaikan yang harus di dahulukan dengan ketepatan proses diagnosis atau identifikasi kerusakan. Meskipun pada teorinya sistem injeksu di rancang untuk memudahkan, tetapi pada kenyataannya tidak sedikit mekanik yang di buat bingung dengan kerusakan pada sistem injeksi bahan bakar.

Penyebabnya yaitu sistem injeksi ini di buat menyatu dengan sistem kontrol elektronik lain pada sepeda motor. Serta banyak kerusanya yang di alami oleh komponen lain yang dapat mempengaruhi kerja dari sistem injeksi bahan bakar ini. a

Baca juga: Teknik Perbaikan Otomotif

Menganalisis Gangguan Pada Sistem Injeksi Bahan Bakar

Sistem injeksi bahan bakar terdiri atas beberapa komponen utama. Setiap komponen pada sistem injeksi bahan bakar memiliki fungsi sendiri. Selain itu, apabila salah satu komponen mengalami kerusakan maka akan menimbilkan gejala yang berbeda.

Gejala ini di gunakan sebagai pedoman untuk menentukan kondisi dari kerusakan yang terjadi pada sistem ijeksi bahan bakar. Misalnya, jika pompa bahan bakar berkurang kinerjanya maka indikasinya tekanan bahan bakar pada saluran (selang) bahan bakar akan ikut turun. Untuk permasalahan lain dapat kami pelajari dalam uraian di bawah ini.

1. Gangguan Pada Pompa Bahan Bakar

Pompa bahan bakar, atau yang biasa di sebut dengan fuel pump, adalah sebuah komponen dalam kendaraan, baik itu mobil atau motor, yang berfungsi untuk memompa bahan bakar dari tangki menuju mesin. Komponen ini tentu sangat penting dalam mendukung kinerja mesin.

Fungsi utama pompa bahan bakar:
  • Menarik bahan bakar dari tangki: Pompa bahan bakar menciptakan tekanan negatif yang menarik bahan bakar dari tangki.
  • Menyalurkan bahan bakar ke filter: Pompa bahan bakar kemudian menyalurkan bahan bakar ke filter bahan bakar untuk dibersihkan dari kotoran.
  • Mengirim bahan bakar ke injector: Setelah di saring, bahan bakar kemudian di kirim ke injector yang akan menyemprotkannya ke ruang bakar.
Jenis-jenis pompa bahan bakar:
  • Pompa bahan bakar mekanis: Pompa ini di gerakkan oleh putaran mesin. Pompa jenis ini biasanya di gunakan pada kendaraan yang lebih tua.
  • Pompa bahan bakar elektrik: Pompa ini di gerakkan oleh motor listrik. Pompa jenis ini lebih umum di gunakan pada kendaraan modern.
Baca Juga :  Komponen Bodi Otomotif Sepeda Motor
Lokasi pompa bahan bakar:
  • Pompa bahan bakar in-tank: Pompa jenis ini terletak di dalam tangki bahan bakar.
  • Pompa bahan bakar eksternal: Pompa jenis ini terletak di luar tangki bahan bakar, biasanya di dekat mesin.
Gejala kerusakan pompa bahan bakar:
  • Mesin sulit di hidupkan: Jika pompa bahan bakar tidak bekerja dengan baik, mesin akan sulit di hidupkan atau bahkan tidak bisa di hidupkan sama sekali.
  • Mesin tersendat-sendat: Jika pompa bahan bakar tidak dapat mengalirkan bahan bakar dengan cukup, mesin akan tersendat-sendat saat di hidupkan.
  • Performa mesin menurun: Jika pompa bahan bakar tidak dapat mengalirkan bahan bakar dengan optimal, performa mesin akan menurun.
Tips merawat pompa bahan bakar:
  • Gunakan bahan bakar yang berkualitas: Bahan bakar yang kotor dapat merusak pompa bahan bakar.
  • Ganti filter bahan bakar secara rutin: Filter bahan bakar yang tersumbat dapat menghambat aliran bahan bakar dan merusak pompa bahan bakar.
  • Hindari tangki bahan bakar kosong: Pompa bahan bakar yang bekerja tanpa bahan bakar dapat menjadi panas dan rusak.

Baca juga: Memperbaiki Gangguan Pada Sistem Pemasukan Dan Pembuangan

2. Gangguan Pada Injektor

Injektor adalah sebuah komponen penting dalam sistem bahan bakar kendaraan, baik itu mobil maupun motor. Injektor memiliki fungsi utama untuk menyemprotkan bahan bakar ke ruang bakar mesin dengan cara yang presisi dan terkontrol.

Fungsi utama injektor:
  • Menyemprotkan bahan bakar: Injektor menerima bahan bakar dari pompa bahan bakar dan kemudian menyemprotkannya ke ruang bakar dengan tekanan tinggi.
  • Mengatur jumlah bahan bakar: Injektor dapat mengatur jumlah bahan bakar yang di semprotkan berdasarkan kebutuhan mesin.
  • Mencampur bahan bakar dengan udara: Injektor membantu mencampur bahan bakar dengan udara sehingga menghasilkan campuran yang optimal untuk pembakaran.
Cara kerja injektor:
  1. Pompa bahan bakar: Mengalirkan bahan bakar ke injector.
  2. ECU (Engine Control Unit): Mengirim sinyal ke injector untuk membuka dan menutup.
  3. Solenoid: Membuka dan menutup katup injector berdasarkan sinyal dari ECU.
  4. Nozzle: Menyemprotkan bahan bakar ke ruang bakar dengan tekanan tinggi.
Jenis-jenis injektor:
  • Port Fuel Injection (PFI): Injektor menyemprotkan bahan bakar ke intake manifold.
  • Direct Fuel Injection (DFI): Injektor menyemprotkan bahan bakar langsung ke ruang bakar.
  • Throttle Body Injection (TBI): Injektor menyemprotkan bahan bakar ke throttle body.
Keuntungan menggunakan injektor:
  • Lebih presisi: Injektor dapat mengatur jumlah bahan bakar yang di semprotkan dengan lebih presisi di bandingkan dengan karburator.
  • Lebih efisien: Penggunaan bahan bakar lebih hemat karena injektor hanya menyemprotkan bahan bakar yang di butuhkan mesin.
  • Performa mesin lebih baik: Pembakaran yang lebih optimal menghasilkan tenaga yang lebih besar dan akselerasi yang lebih cepat.
  • Emisi gas buang lebih rendah: Pembakaran yang sempurna menghasilkan emisi gas buang yang lebih ramah lingkungan.
Baca Juga :  5 Peran Teknologi Dalam Bisnis Yang Sangat Vital
Kerusakan injektor:
  • Injektor tersumbat: Kotoran dalam bahan bakar dapat menyumbat injektor dan menyebabkan aliran bahan bakar terhambat.
  • Injektor bocor: Kebocoran pada injektor dapat menyebabkan bahan bakar bocor dan menyebabkan mesin brebet.
  • Injektor tidak mau terbuka: Injektor yang tidak mau terbuka dapat menyebabkan mesin sulit di hidupkan.
Tips merawat injektor:
  • Gunakan bahan bakar yang berkualitas: Bahan bakar yang kotor dapat merusak injektor.
  • Ganti filter bahan bakar secara rutin: Filter bahan bakar yang tersumbat dapat menghambat aliran bahan bakar dan merusak injektor.
  • Lakukan pembersihan injektor secara berkala: Pembersihan injektor dapat membantu menjaga performa injektor dan mencegah kerusakan.

Baca juga: Dasar-dasar Perbaikan Otomotif

3. Gangguan Pada Tangki Dan Selang Bahan Bakar

Tangki Bahan Bakar:

Tangki bahan bakar, atau fuel tank, adalah sebuah wadah yang di gunakan untuk menyimpan bahan bakar pada kendaraan. Selain itu, tangki ini biasanya terbuat dari bahan yang tahan karat dan bocor, seperti logam (baja, aluminium) atau plastik.

Fungsi utama tangki bahan bakar:
  • Menyimpan bahan bakar
  • Menjaga agar bahan bakar tetap aman dan terhindar dari kontaminasi
  • Memberikan suplai bahan bakar yang stabil ke mesin
Jenis-jenis tangki bahan bakar:
  • Tangki bahan bakar internal: Tangki ini terletak di dalam kendaraan, biasanya di bawah bodi mobil atau di bawah jok motor.
  • Tangki bahan bakar eksternal: Tangki ini terletak di luar kendaraan, biasanya di bagian belakang truk atau trailer.
Selang Bahan Bakar:

Selang bahan bakar, atau fuel hose, adalah sebuah saluran yang di gunakan untuk mengalirkan bahan bakar dari tangki ke mesin. Selain itu, selang ini biasanya terbuat dari bahan karet khusus yang tahan terhadap bahan bakar dan tekanan tinggi.

Fungsi utama selang bahan bakar:
  • Mengalirkan bahan bakar dari tangki ke filter bahan bakar
  • Mengalirkan bahan bakar dari filter bahan bakar ke pompa bahan bakar
  • Mengalirkan bahan bakar dari pompa bahan bakar ke injector
Jenis-jenis selang bahan bakar:
  • Selang bahan bakar tekanan rendah: Di gunakan untuk mengalirkan bahan bakar dari tangki ke filter bahan bakar dan dari filter bahan bakar ke pompa bahan bakar.
  • Selang bahan bakar tekanan tinggi: Di gunakan untuk mengalirkan bahan bakar dari pompa bahan bakar ke injector.
Tips merawat tangki dan selang bahan bakar:
  • Gunakan bahan bakar yang berkualitas: Bahan bakar yang kotor dapat merusak tangki dan selang bahan bakar.
  • Periksa tangki dan selang bahan bakar secara rutin: Periksa apakah ada kebocoran atau kerusakan pada tangki dan selang bahan bakar.
  • Ganti tangki dan selang bahan bakar jika sudah tua: Tangki dan selang bahan bakar memiliki usia pakai dan harus di ganti secara berkala.
Baca Juga :  Perlindungan Las Busur Nyala Listrik

Baca juga: Memahami Sistem Rem Pada Sepeda Motor

4. Gangguan Pada Throttle Body

Throttle body, atau biasa disingkat TB, adalah sebuah komponen penting dalam sistem bahan bakar kendaraan, baik itu mobil maupun motor. Throttle body memiliki fungsi utama untuk mengontrol jumlah udara yang masuk ke ruang bakar mesin.

Fungsi utama throttle body:
  • Mengatur jumlah udara yang masuk ke ruang bakar
  • Mengatur kecepatan putaran mesin
  • Membantu menjaga idle mesin
Cara kerja throttle body:
  1. Pedal gas: Ketika pengemudi menekan pedal gas, katup throttle (katup kupu-kupu) di dalam throttle body akan terbuka.
  2. Udara: Udara akan masuk ke ruang bakar melalui throttle body.
  3. Sensor: Sensor akan mendeteksi jumlah udara yang masuk ke ruang bakar dan mengirimkan data ke ECU (Engine Control Unit).
  4. ECU: ECU akan memproses data dan mengatur jumlah bahan bakar yang disemprotkan ke ruang bakar.
Komponen utama throttle body:
  • Housing: Tempat di mana katup throttle dan sensor-sensor lainnya berada.
  • Katup throttle (katup kupu-kupu): Katup yang mengontrol jumlah udara yang masuk ke ruang bakar.
  • Sensor: Sensor untuk mendeteksi posisi katup throttle, aliran udara, dan temperatur udara.
  • Motor stepper: Motor yang digunakan untuk mengontrol katup throttle secara elektronik.
Gejala kerusakan throttle body:
  • Mesin brebet: Throttle body yang kotor atau rusak dapat menyebabkan mesin brebet.
  • Idle mesin tidak stabil: Throttle body yang kotor atau rusak dapat menyebabkan idle mesin tidak stabil.
  • Mesin sulit dihidupkan: Throttle body yang kotor atau rusak dapat menyebabkan mesin sulit dihidupkan.
  • Performa mesin menurun: Throttle body yang kotor atau rusak dapat menyebabkan performa mesin menurun.
Tips merawat throttle body:
  • Bersihkan throttle body secara rutin: Throttle body yang kotor dapat menyebabkan berbagai masalah pada mesin.
  • Gunakan bahan bakar yang berkualitas: Bahan bakar yang kotor dapat merusak throttle body.
  • Lakukan pemeriksaan throttle body secara berkala: Pemeriksaan throttle body dapat membantu mendeteksi kerusakan dini.

Kesimpulan

Sistem injeksi adalah sebuah sistem yang digunakan untuk menghantarkan bahan bakar ke ruang bakar mesin dengan cara disemprotkan. Sistem ini dikendalikan secara elektronik, sehingga lebih presisi dan efisien dibandingkan dengan sistem karburator tradisional.

Keuntungan sistem injeksi:

  • Lebih presisi: Injektor dapat mengatur jumlah bahan bakar yang disemprotkan dengan lebih presisi dibandingkan dengan karburator.
  • Lebih efisien: Penggunaan bahan bakar lebih hemat karena injektor hanya menyemprotkan bahan bakar yang dibutuhkan mesin.
  • Performa mesin lebih baik: Pembakaran yang lebih optimal menghasilkan tenaga yang lebih besar dan akselerasi yang lebih cepat.
  • Emisi gas buang lebih rendah: Pembakaran yang sempurna menghasilkan emisi gas buang yang lebih ramah lingkungan.

Semoga informasi ini bermanfaat!