Apa Itu Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Serta Lingkungan Hidup (K3LH)?

Apa Itu Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Serta Lingkungan Hidup (K3LH)?-Merupakan suatu upaya perlindungan terhadap tenaga kerja, orang lain yang berada di tempat kerja, masyarakat dan lingkungan dari potensi bahaya yang dapat di timbulkan oleh kegiatan kerja. K3LH mencakup upaya pencegahan kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan.

Keselamatan kerja adalah upaya untuk menciptakan kondisi kerja yang aman, bebas dari bahaya dan risiko kecelakaan. Kesehatan kerja adalah upaya untuk menciptakan kondisi kerja yang sehat, baik fisik, mental, maupun sosial. Sehingga tenaga kerja dapat bekerja secara produktif dan merasa terlindungi dari bahaya yang ada pada tempat kerja. Sementara lingkungan hidup merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup. Termasuk manusia dan perilakunya, yang dapat mempengaruhi kelangsungan kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.

Baca juga :

Prosedur K3LH

Keselamatan dan kesehatan kerja serta lingkungan hidup dapat kita artikan sebagai kelematan dan kesehatan kerja yang menyangkut berbagai unsur. Unsur-unsur ini adalah bagian yang terlibat langsung dalam kegiatan aktifitas kerja seperti orang yang melakukan kegiatan bekerja, benda kerja, dan barang yang di kerjakan. Tidak hanya itu, mesin yang sedang di gunakan serta lingkungan hidup seperti manusia tumbuhan hewan dan lainnya juga dalam kegiatan keselamatan dan kesehatan kerja.

Dalam setiap melakukan kegiatan pekerjaan pasti terdapat potensi bahaya yang mengancam seseorang. Hadirnya K3LH untuk melindungi keselamatan dan kesehatan tenaga kerja. K3LH bertujuan untuk menciptakan kondisi kerja yang aman, bebas dari bahaya dan risiko kecelakaan. Hal ini penting untuk melindungi tenaga kerja dari terjadinya kecelakaan kerja yang dapat menyebabkan cedera, cacat, bahkan kematian.

K3LH biasanya di terapkan dalam suatu perusahaan yang memiliki karyawan dengan tujuan tiap karyawan dapat melakukan kegiatan aktifitas kerja yang aman dan sehat. Sehingga dapat melaksanakan kegiatan bekerja dengan efektif dan efisien. Karena Apabila suatu tempat kerja penuh dengan potensi suatu bahaya, serta tidak terorganisir makan akan timbul terjadinya kerusakan. Selain itu, karyawan tidak dapat melaksanakan kegiatan bekerja dengan efektif dan efisien.

Baca Juga :  Tegangan Dan Arus Pengelasan Parameter Pengelasan

Kecelakaan Kerja 

Kecelakaan kerja merupakan kejadian yang tidak di harapkan, tidak di sangka atau kejadian yang tidak di duga yang mengakibatkan kerugian-kerugian. Entah dalam bentuk kerugian material atau moril bagi seseorang pekerja yang sedang mereka alami. Kerugian-kerugian ini, dapat di akibatkan karena terjadinya kecelakaan antara lain:

  • kerusakan dan kekacuan pada alat bahan, mesin dan barang, atau benda yang sedang di kerjakan serta lingkungan dari tempat kerja.
  • Kesedihan dan gangguan psikologi.
  • Cedera atau kecacatan yang di alami seorang pekerja.
  • Kematian.

Terjadinya jebis kecelakaan kerja sendiri sering terjadi pada saaat bekerja langsung antara lain:

  • Terkena sengatan dari arus listrik
  • Tertimpa benda jatuh saat bekerja
  • Tertumbuk atau terkena benda kerja
  • Jatuh atau tergelincir saat bekerja
  • Terjepit oleh benda kerja

Selain itu, ada faktor yang mempengaruhi terjadinya kecelakaan kerja. Faktor pertama adalah tindakan pekerja yang ceroboh, faktor lainnya yaitu kondisi dari alat atau tempat kerja yang sudah tidak aman. Berikut adalah beberapa aktor yang mempengaruhi terjadinya kecelakaan kerja :

  1. Tindakan para pekerja yang ceroboh (Unsafe acts)
    • Kondisi kecelakaan ini yang terjadi karena kesalahan oleh dari para pekerja sendiri, faktor mengenai tindakan kesalahan dari seseorang¬† pekerja antara lain:
      • Kurangnya pengetahuan dan keterampilan pekerja.
      • Keletihan serta kelesuan pekerja.
      • Serta sikap dan tingkah laku pekerja yang tidak aman seperti tidak disiplin, dan suka bercanda.
  2. Kondisi tidak aman (Unsafe conditions)
    • merupakan kecelakaan kerja yang di pengaruhi oleh peralatan dan tempat kerja yang tidak aman, antara lain:
      • Alat kerja yang sudah rusak.
      • Lingkungan kerja yang berbahaya.
      • Bahan, mesin serta peralatan kerja.
      • Suatu proses pekerjaan yang salah.
      • Sifat pekerjaan yang berat.

Sasaran Utama K3LH

Sasaran utama K3LH untuk pencegahan kerugian dari terjadinya kejadian kecelakaan seperti cacat, kematian, atau kerusakan lainnya sebagai akibat dari kecelakaan kerja. Selain itu, kecelakaan kerja tidak terjadi secara tiba-tiba dan kebetulan semata. Tentunya melalui faktor-faktor penyebab terjadinya kecelakaan, untuk mengurangi terjadinya kecelakaan kerja dapat kita lakukan dengan mencari terjadinya kecelakaan kerja. Dalam mengetahui terjadinya penyebab kecelakaan maka kecelakaan kerja dapat di cegah melalui beberapa faktor.

Baca Juga :  Cara Menemukan File Download Pada HP Android Dengan Mudah

Berikut adalah beberapa tips untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja:

  • Kenali potensi bahaya di tempat kerja.

Potensi bahaya di tempat kerja dapat berupa bahaya fisik, kimia, biologis, ergonomi, dan psikososial. Pekerja perlu mengetahui potensi bahaya di tempat kerja dan cara untuk mengendalikannya.

  • Patuhi prosedur kerja yang aman.

Prosedur kerja yang aman merupakan langkah-langkah yang harus di lakukan untuk melakukan suatu pekerjaan dengan aman. Pekerja perlu mematuhi prosedur kerja yang aman untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja.

  • Gunakan alat pelindung diri (APD)

APD adalah alat yang di gunakan untuk melindungi pekerja dari bahaya di tempat kerja. Pekerja perlu menggunakan APD dengan benar untuk melindungi diri dari kecelakaan kerja.

  • Laporkan kondisi yang tidak aman. Pekerja perlu melaporkan kondisi yang tidak aman di tempat kerja kepada pihak yang berwenang. Kondisi yang tidak aman dapat menjadi penyebab terjadinya kecelakaan kerja.
  • Beristirahatlah dengan cukup. Kelelahan dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan kerja. Pekerja perlu beristirahat dengan cukup untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja.

Selain tips-tips di atas, pengusaha juga perlu melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja, antara lain:

  • Menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat. Pengusaha perlu memastikan bahwa lingkungan kerja memenuhi standar keselamatan dan kesehatan kerja.
  • Memberikan pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja kepada pekerja. Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan pekerja tentang pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja.
  • Melakukan inspeksi dan pemeliharaan peralatan kerja secara berkala. Inspeksi dan pemeliharaan peralatan kerja secara berkala dapat mencegah terjadinya kecelakaan kerja akibat peralatan yang tidak berfungsi dengan baik.

Tujuan K3LH

Tujuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Lingkungan Hidup (LH) mencakup serangkaian upaya untuk menciptakan kondisi kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan. Beberapa tujuan utama K3LH melibatkan aspek keselamatan, kesehatan pekerja, dan pelestarian lingkungan. Berikut adalah tujuan umum dari K3LH:

  1. Mencegah Kecelakaan dan Cedera:
    • Meminimalkan risiko kecelakaan kerja melalui identifikasi, evaluasi, dan pengendalian potensi bahaya di tempat kerja.
    • Menyediakan pelatihan keselamatan bagi pekerja agar mereka dapat bekerja dengan aman dan menghindari risiko cedera.
  2. Menjaga Kesehatan Pekerja:
    • Mencegah penyakit dan gangguan kesehatan yang di sebabkan oleh faktor-faktor di lingkungan kerja, seperti paparan bahan kimia berbahaya atau kondisi kerja yang ergonomis buruk.
    • Menyediakan fasilitas kesehatan dan program kesehatan bagi pekerja.
  3. Peningkatan Kesadaran dan Partisipasi Pekerja:
    • Meningkatkan kesadaran pekerja tentang potensi bahaya di tempat kerja dan cara mengelolanya.
    • Mendorong partisipasi aktif pekerja dalam program K3LH, termasuk pelaporan potensi bahaya dan usulan perbaikan.
  4. Pengelolaan Lingkungan Hidup yang Berkelanjutan:
    • Mengurangi dampak negatif aktivitas manusia terhadap lingkungan, seperti polusi udara dan air serta pengelolaan limbah yang tepat.
    • Mendorong praktik bisnis yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
  5. Kepatuhan terhadap Peraturan dan Standar:
    • Memastikan bahwa organisasi mematuhi semua peraturan dan standar K3LH yang berlaku.
    • Menyelenggarakan audit dan evaluasi rutin untuk memastikan kesesuaian dengan peraturan.
  6. Pengurangan Risiko Lingkungan:
    • Mengidentifikasi dan mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan operasional.
    • Menerapkan langkah-langkah untuk melindungi keanekaragaman hayati dan menjaga keberlanjutan ekosistem.
Baca Juga :  Teknologi Otomotif Dalam Penerapan Mobil Listrik

Kesimpulan 

Jadi mengenai apa itu keselamatan dan kesehatan kerja serta lingkungan hidup (K3LH) merupakan dua aspek yang saling terkait dalam konteks pekerjaan dan aktivitas manusia. Keselamatan dan kesehatan kerja bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat, melibatkan upaya pencegahan kecelakaan dan perlindungan terhadap kesehatan pekerja. Di sisi lain, lingkungan hidup menyoroti tanggung jawab kita terhadap pelestarian alam dan keberlanjutan, termasuk upaya untuk mengurangi polusi, mengelola sumber daya alam dengan bijaksana, dan melindungi keanekaragaman hayati.

Kombinasi K3 dan lingkungan hidup dalam praktiknya menciptakan pendekatan holistik terhadap keamanan, kesehatan, dan keberlanjutan. Melalui integrasi langkah-langkah preventif, pelatihan, dan pengelolaan sumber daya yang bijaksana, kita dapat mencapai tujuan tersebut. Kesimpulannya, upaya bersama dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat, sambil menjaga kelestarian lingkungan hidup, merupakan investasi jangka panjang untuk kesejahteraan manusia dan planet kita.